Kabar mengenai pelaksanaan Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) Sekolah Dasar XXVII Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 mulai menjadi perhatian para guru Pendidikan Agama Islam, sekolah dasar, siswa, serta orang tua di berbagai daerah. Berdasarkan petunjuk teknis (juknis) yang telah diterbitkan oleh Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar (KKG PAI SD) Provinsi Jawa Tengah, pelaksanaan MAPSI tingkat provinsi dijadwalkan berlangsung pada 11–13 November 2026 di Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali.
Namun demikian, untuk pelaksanaan tingkat Kabupaten Wonogiri maupun tingkat kecamatan, hingga saat ini masih belum terdapat informasi resmi mengenai jadwal, mekanisme seleksi, maupun teknis pelaksanaannya. Sekolah-sekolah dan guru PAI diharapkan tetap mempersiapkan peserta didik sambil menunggu keputusan lebih lanjut dari panitia tingkat kabupaten maupun kecamatan.
MAPSI, Ajang Pembinaan Karakter dan Prestasi Islami
MAPSI bukan sekadar perlombaan keagamaan biasa. Kegiatan ini telah menjadi agenda penting dalam pengembangan pendidikan agama Islam di tingkat sekolah dasar di Jawa Tengah. Berdasarkan juknis, MAPSI pertama kali diselenggarakan pada tahun 1997 dan pada tahun 2026 memasuki penyelenggaraan ke-27. Kegiatan ini dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat sekolah, gugus/dabin, kecamatan, kabupaten/kota hingga tingkat provinsi.
Melalui ajang ini, peserta didik diberi ruang untuk menunjukkan kemampuan dalam bidang pendidikan agama Islam sekaligus seni Islami. Selain itu, MAPSI juga diharapkan mampu membentuk karakter siswa yang religius, berakhlak mulia, moderat, kreatif, serta memiliki keterampilan sesuai potensi masing-masing.
Dalam juknis disebutkan bahwa MAPSI bertujuan mendukung lahirnya generasi yang beriman, bertakwa, memiliki karakter kuat, sehat jasmani dan rohani, serta siap menghadapi tantangan global tanpa meninggalkan nilai agama dan budaya bangsa.
Tema MAPSI Jawa Tengah Tahun 2026
Pada penyelenggaraan tahun ini, MAPSI SD XXVII Provinsi Jawa Tengah mengusung tema:
“Ajang MAPSI sebagai Wahana Menciptakan SDM Unggul dan Berkualitas Menuju Indonesia Emas 2045 yang Beradab dan Berkeadilan.”
Tema tersebut menunjukkan bahwa MAPSI tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membentuk sumber daya manusia unggul sejak usia sekolah dasar melalui pendidikan agama Islam.
Jadwal dan Lokasi Pelaksanaan Tingkat Provinsi
Berdasarkan petunjuk teknis resmi, pelaksanaan MAPSI tingkat Provinsi Jawa Tengah akan berlangsung selama tiga hari:
Hari: Rabu, Kamis, dan Jumat
Tanggal: 11–13 November 2026
Tempat: Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah
Peserta tingkat provinsi nantinya merupakan juara pertama dari masing-masing cabang lomba di tingkat kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Total peserta yang diproyeksikan mengikuti kegiatan ini mencapai sekitar 1.190 peserta beserta official pendamping.
Ada 13 Cabang Lomba yang Diperebutkan
Dalam MAPSI SD XXVII Tahun 2026, terdapat 13 cabang lomba yang akan dipertandingkan. Cabang lomba tersebut meliputi bidang akademik, praktik ibadah, seni baca Al-Qur’an, seni budaya Islami, hingga keterampilan teknologi informasi.
Beberapa cabang lomba yang akan diperebutkan antara lain:
Pengetahuan PAI dan BTQ
Praktik Wudhu dan Salat
Keterampilan Azan dan Iqamah
Seni Tilawatil Qur’an
Seni Hifzil Qur’an
Seni Khat Al-Qur’an
Seni Kaligrafi
Seni Khitobah (pidato Islami)
Seni Macapat Islami
Keterampilan Teknologi Informatika Islami
Cerita Islami atau Mendongeng
Menyanyi Duet Lagu Religi
Seni Musik Rebana
Beragamnya cabang lomba menunjukkan bahwa MAPSI memberikan kesempatan luas kepada siswa untuk berprestasi sesuai minat dan bakat masing-masing.
Persiapan Dini Menjadi Kunci
Walaupun informasi tingkat Kabupaten Wonogiri dan kecamatan masih belum diumumkan, para guru pembimbing PAI dan sekolah sebenarnya dapat mulai melakukan pembinaan awal.
Sebagai contoh, pada cabang Pengetahuan PAI dan BTQ, materi yang diujikan mencakup pembelajaran PAI dan baca tulis Al-Qur’an berdasarkan Kurikulum Merdeka kelas I sampai kelas VI. Bahkan soal dirancang menggunakan pendekatan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dengan komposisi dominan.
Sementara pada cabang Praktik Wudhu dan Salat, peserta diwajibkan memahami secara benar tata cara ibadah, bacaan, gerakan, ketertiban, hingga pelafalan yang sesuai pembelajaran PAI di sekolah.
Untuk cabang seni seperti Tilawah, Hifzil Qur’an, Khitobah, Macapat Islami, Kaligrafi, maupun Rebana, latihan rutin menjadi faktor penting agar siswa terbiasa tampil percaya diri dan memahami aturan perlombaan sejak dini.
Guru PAI di sekolah dasar juga dapat mulai mengidentifikasi siswa yang memiliki potensi pada masing-masing bidang sebagai langkah awal pembinaan.
Wonogiri dan Kecamatan Masih Menunggu Jadwal
Hingga artikel ini ditulis, belum terdapat surat resmi ataupun pengumuman mengenai pelaksanaan MAPSI tingkat Kabupaten Wonogiri maupun seleksi di tingkat kecamatan.
Biasanya, pelaksanaan tingkat kecamatan akan menjadi tahap awal seleksi sebelum berlanjut ke tingkat kabupaten. Pemenang tingkat kabupaten nantinya akan mewakili daerah menuju MAPSI tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Karena itu, sekolah-sekolah di Wonogiri diharapkan tetap aktif memantau informasi dari KKG PAI SD Kecamatan, KKG PAI Kabupaten Wonogiri, maupun dinas terkait agar tidak tertinggal informasi mengenai jadwal pelaksanaan dan ketentuan seleksi.
Kondisi belum adanya jadwal resmi juga menjadi momentum yang baik untuk mempersiapkan peserta secara lebih matang. Dengan persiapan lebih awal, siswa diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaik ketika tahapan lomba mulai dilaksanakan.
Momentum Menumbuhkan Generasi Islami Berprestasi
MAPSI selama ini tidak hanya menjadi arena mencari juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana pembinaan karakter dan penguatan nilai-nilai keislaman bagi siswa sekolah dasar.
Anak-anak tidak hanya belajar tentang teori agama, tetapi juga praktik ibadah, keberanian berbicara di depan umum, seni membaca Al-Qur’an, hingga keterampilan teknologi berbasis Islami. Semua itu menjadi bekal penting dalam membentuk generasi yang religius, percaya diri, dan berprestasi.
Dengan semakin dekatnya pelaksanaan tingkat provinsi pada November 2026, masyarakat pendidikan di Wonogiri tentu berharap agar informasi pelaksanaan tingkat kecamatan dan kabupaten segera diumumkan sehingga proses pembinaan dapat dilakukan secara maksimal.
Sambil menunggu informasi resmi, guru, sekolah, dan orang tua dapat mulai mendampingi siswa untuk berlatih sesuai cabang lomba yang diminati. Karena dalam kompetisi seperti MAPSI, kesiapan sejak awal sering kali menjadi pembeda utama dalam meraih hasil terbaik.
Posting Komentar untuk "Lomba MAPSI SD XXVII Jawa Tengah Tahun 2026 Segera Digela"